PENGANTAR
| Terpujilah Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus, Ketiga Yang Esa yang selalu setia menuntun Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow sebagaimana ada hingga saat ini. Keberadaan GMIBM di Bolaang Mongondow tidak lepas dari kasih setia Tuhan dalam kerangka mewujud-nyatakan kehendakNya yang berisikan Persekutuan, Kesaksian, dan Pelayanan. |
 |
|
Dalam rangka mewujud-nyatakan kehandakNya itu, GMIBM terpanggil untuk melaksanakannya secara terstruktur dan sistematis melalui Pokok-pokok Tugas Panggilan GMIBM yang mulai diberlakukan sejak tahun 1987, agar arah dan tujuannya jelas. |
PTP GMIBM 2006/2007 – 2011/2012 lahir dari pergumulan yang mendalam (dilihat dari sisi : Kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan ) terhadap keberadaan Gereja (GMIBM) saat ini dan ditengah perkembangan dan pergumulan yang ada : ideologi bangsa, politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan baik di tingkat nasional, regional dan local. PTP GMIBM 2006/2007 - 2011/2012 diputuskan dalam Sidang Sinode XXXV GMIBM, tanggal 3 - 8 Juli 2006 di “Imanuel” Sinsingon, dengan maksud sebagai ‘kompas’ kebijakan pelaksanaan bersama tugas panggilanNya. Walaupun demikian, PTP GMIBM 2006/2007-2011/2012 ini, tidak berdiri sendiri tetapi merupakan kesinambungan dari PTP GMIBM sebelumnya. PTP GMIBM 2006/2007-2001/2012 ada perbedaan dengan PTP GMIBM sebelumnya, namun substansinya ada kesamaan. Hal ini dikarenakan telah terjadi perubahan struktur dan mekanisme di GMIBM, hasil Sidang Sinode XXXIV GMIBM, di Dumoga-Kotamobagu, diantaranya ada Sidang Sinode Tahunan. Semoga Tuhan Yesus Kristus, Kepala GMIBM menolong, menyertai dan memberkati kita dalam melaksanakan tugas panggilan GMIBM.
BADAN PEKERJA SINODE GMIBM | Pdt. A.O. Rumengan, S.Th Ketua | Pdt. CH. N. Raintama - P, S.Th Sekretaris |
Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM) atas kehendak Tuhan ditempatkan di Bumi Totabuan sejak tahun 1904 yang kemudian menyatakan berdiri sendiri sebagai satu Sinode pada tanggal 28 Juni 1950. Dalam ketaatannya kepada Tuhan, melebihi ketaatannya kepada siapapun dan apapun, pertumbuhan demi pertumbuhan, kemajuan demi kemajuan mulai nampak dan dirasakan baik dari sisi pembangunan fisik, kerohanian maupun pertumbuhan warga GMIBM. Dalam usia 56 tahun, GMIBM telah berkembang menjadi 174 Jemaat, yang dibagi dalam 21 Wilayah dan memiliki: a. Pegawai Gereja
| - |
Pendeta | : |
106 |
Orang | | - |
Guru Agama | : |
6 |
Orang | | - |
Pegawai Administrasi | : |
16 |
Orang | | - |
Perawat | : |
2 |
Orang | | - |
Sopir | : |
2 |
Orang |
| b. Pelayan Khusus | | | - |
Penatua | : |
1.326 |
Orang | | - |
Diaken | : |
831 |
Orang | | |
| |
| |
| c. Yayasan | |
| | | Yayasan Kesehatan Monompia menangani | - 1 Unit Rumah Bersalin - 1 Unit Puskesmas Pembantu "Tabita" | | Yayasan Pendidikan Kristen menangani : |
| - Taman kanak-kanak |
12 |
Unit |
| - Sekolah Dasar | 12 | Unit |
| - Sekolah Menengah Pertama | 3 | Unit |
| - Sekolah Menengah Atas | 2 | Unit |
| - Lembaga kursus Komputer dan Bahasa Inggris | 1 | Unit |
| - Usaha Dagang | 1 | Unit | | d. Aset-aset berupa sawah dan ladang yang cukup potensi untuk dikelola. |
|
VISI - MISI GMIBM |
| 1 | Visi | | | GMIBM yang mandiri, aman dan damai, sejahtera yang sadar akan identitas dan tugasnya, memiliki pelayan yang berdedikasi, mampu melayani secara bergandengan tangan sehingga menjadi kuat, maju dan berkembang di segala bidang pelayanan serta mampu menjadi berkat bagi lingkungannya. |
| 2 | Misi | | |
| 1 | Memberdayakan para pelayan dan warga Gereja dalam melaksanakan tugas Gereja | | 2 | Menyelenggarakan tugas guna mewujudkan GMIBM yang mandiri, aman, damai, sejahtera, yang sadar akan identitas dan tugasnya | | 3 | Memiliki pelayan yang berdedikasi dan mampu melayani secara bergandengan tangan | | 4 | Jemaat makin kuat, maju dan berkembang di segala bidang pelayanan serta mampu menghidupkan lingkungannya. |
REKOMENDASI SIDANG SINODE XXXV | | | | | 1 | Menugaskan BPW dan BMJ untuk menopang YPK dalam upaya penyediaan Guru Agama di Sekolah Negeri maupun Swasta yang tidak memiliki Guru Agama | | 2 | Menugaskan BPS untuk melakukan pendataan secara akurat terdapat semua aset GMIBM dan menjembatani penyelesaian sengketa tanah seperti di Buyat, Bintauna, Km 2 dan lain-lain | | 3 | Menegaskan dan menugaskan BPS, BPW dan BPMJ untuk menyikapi secara serius hal keharusan adanya Isin terhadap penyelenggaraan Ibadah Jemaat | | 4 | BPS Cq YKM perlu melakukan pembangunan ruangan VIP untuk R.S. Monompia | | 5 | GMIBM harus mempersiapkan dan membekali warganya yang berkiprah dalam organisasi / institusi Politik sehingga mampu membawa suara kenabian | | 6 | Dalam rangka memanfaatkan aset-aset Gereja guna meningkatkan pendapatan / penerimaan maka sudah seharusnya dibentuk Badan Usaha Milik Gereja ( BUMG) | | 7 | Topangan Bea siswa harus dilaksanakan oleh semua jemaat | | 8 | Mamajemen keaungan ditata kerjakan dengan sistem akutansi yang berbasis komputer yang dikelola oleh tenaga profesional di bidang keuangan | | 9 | Perlu dibayarkan gaji 13 ( sesuai dengan kemampuan dana) | | 10 | Persembahan perpuluhan diberlakukan diseluruh jemaat karena pemahaman tentang persembahan perpuluhan di jemaatkan | | 11 | Hasil pemeriksaan 8 Jemaat yang masih bermasalah harus ditindak lanjuti oleh BP2G dan KP2G yang ada di Jemaat tersebut. Seterusnya pengawasan melekat harus dilaksanakan oleh Badan disemua aras. |
|
|
|
| |
| |
|
 |
|
Jemaat Resort Kopandakan (GMIBM) tempo dulu
di depan Tempat Ibadah Mula-mula. Gedung ini adalah Sekolah Rakyat yang diresmikan Tahun 1906. Pada hari minggu dimanfaatkan Jemaat sebagai Tempat Ibadah |
| |
|